h1

REUNI !!!

July 5, 2009
reuni THP

reuni THP

h1

Bank Dunia Peringatkan Cadangan Pangan Indonesia Kritis

February 26, 2009
PDF Print
Bank Dunia memperingatkan bahwa cadangan pangan Indonesia berada dalam titik terendah sehingga bisa menjadi masalah serius jika tidak diatasi sejak awal.

“Cadangan pangan berada di titik terendah itu terjadi di seluruh dunia, saya sudah bilang pada Juni 2007 lalu, itu menjadi warning (peringatan) untuk kita,” kata Deputi Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan, cadangan pangan dunia turun hampir separuh yang kemudian menyebabkan kenaikan harga pangan pada saat ini.

Menurut dia, kenaikan harga pangan dunia juga diperparah dengan kondisi pasar keuangan dunia (pasar uang dan pasar modal) yang tidak terlalu menggembirakan karena suku bunga global (khususnya) di AS yang sangat rendah.

Dengan kondisi seperti itu, saat ini banyak sekali investor yang beralih ke pasar komoditas, sehingga yang banyak bergerak adalah “paper market” (bursa berjangka) dari komoditas.

“Ini menurut saya adalah situasi baru yang terjadi dalam 20 tahun terakhir. Ini saya kira harus direspon oleh seluruh pengambil kebijakan di dunia termasuk Indonesia. Kita belum memutuskan apa yang akan kita lakukan untuk meredam dampak negatif dari fluktuasi yang diakibatkan oleh spekulasi dan bergeraknya paper market dari komoditas. Ini yang sedang kita cari bersama-sama,” katanya.

Menurut dia, dalam waktu tidak terlalu lama jika harga minyak kelapa sawit (CPO) dan kedelai terus naik maka konsumennya tidak akan kuat membeli.

“Ini yang jadi problem bagi semua, dan saya kira ini akan direspon oleh semua,” katanya.(*)

Jakarta (ANTARA News)

h1

PROGRAM KERJA HIMATETA TAK BERMUTU!!!!!!*

January 6, 2009

Membaca judul diatas para pengurus himateta apalagi ketua umumnya pasti akan panas dadanya bak gunung api yang siap meluapkan lahar panasnya. Hal itupun yang saya rasakan ketika ada anggota himateta yang mengatakan bahwa kepengurusan saya bak gunung es yang tak berbuat apapun tidak seperti kepengurusan sebelumnya yang garang seperti harimau. Padahal disisi lain program kerja saya berhasil dilaksanakan 100% dan jika dilihat dari LPJ (laporan pertanggungjawaban.red) tahun-tahun sebelumnya baru saat kepengurusan sayalah bisa 100 % terlaksana. Bagi kepengurusan saya tentu ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Sekarang pertanyaannya adalah mengapa yang bisa melihat prestasi itu hanya pengurus?? Sementara anggota HIMATETA menganggap pengurus tak melakukan apa-apa.
Satu analisis yang bisa saya simpulkan, hal tersebut memang terjadi karena Kepengurusan HIMATETA tidak pernah membuat program kerja yang memiliki manfaat dan tujuan secara langsung untuk anggota HIMATETA, sehingga muncul jurang pemisah antara pengurus HIMATETA dengan anggotanya. Setiap kepengurusan yang baru, mereka membuat program kerja yang selalu berkiblat pada program kerja kepengurusan sebelumnya. Bukan berdasarkan aspirasi dan kebutuhan anggota. Hal itulah yang menyebabkan program kerjanya pun selalu sama dari tahun ketahun.
Jika saya refelksikan ke Kehidupan Berbangsa dan bernegara. Pengurus HIMATETA adalah pemerintahan yang hanya membuat program kerja sekedar program momentum dan seremonial. Misalnya mengadakan konferensi perubahan iklim di Bali, Lomba antronomi tingkat Asia di Bandung dll, tidak ada program yang berkelanjutan dan langsung diarahkan untuk rakyatnya seperti pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, peningkatan mutu pendidikan dll.
Tidak adanya program berkelanjutan yang langsung diarahkan untuk rakyatnya (anggota himateta.red) inilah yang membuat munculnya jurang pemisah antara pengurus HIMATETA dengan anggotanya karena program-program momentum dan seremonial hanya bisa dinikmati oleh sebagian orang yang terlibat sementara anggota yang lebih banyak jumlahnya pun tak mendapatkan manfaat apa-apa.
Solusi yang menurut saya bisa dilakukan adalah mulai melaksanakan program kerja yang bermutu dan memiliki target yang jelas. ”Program kerja ada, dari, dan untuk Anggota HIMATETA”

* Pandangan pribadi dari sang mantan ketua umum himateta.
* Kahar Kurniawan, S.TP ( mantan ketua umum HIMATETA 2006-2007)

PROGRAM KERJA TERLAKSANA 100%, Bukan sebuah target.*

”Alhamdulilah program kerja kita terlaksana 100%, kita siap menghadapi Musyawarah Anggota nanti malam”, Itulah yang saya katakan kepada beberapa pengurus yang sedang berkumpul disekre untuk persiapan LPJ. Rasa bangga begitu terasa didalam dada, dan pada akhirnya LPJ pun diterima. Kami seluruh pengurus saling berpelukan satu sama lain, puas rasanya kerja selama satu tahun di hargai oleh Anggota HIMATETA. Secara pribadi tentu saya merasa hebat karena telah berhasil mengukir sejarah program kerja terlaksana 100% dan LPJ diterima yang 3 tahun sebelumnya tak pernah terwujud.
Namun, kini baru tersadari bahwa kebanggaan dan kehebatan yang dirasakan saat itu hanyalah semu belaka. Memang program kerja terlaksana 100% tapi Anggota himateta tidak mengalami perubahan apa-apa. Ketika dilihat masih banyak anggota himateta yang masih kurang cakap jika berbicara didepan umum, masih banyak yang takut ketemu dosen, masih banyak yang hanya melakukan aktifitas kuliah-kost, masih banyak yang suka memanipulasi data praktikum, masih banyak yang suka Copy and Edit dalam mengerjakan laporan-laporannya, masih banyak yang bangga dapet nilai A padahal menyontek dalam mendapatkannya, masih banyak yang merasa tak tau apa-apa tentang ilmu pangan padahal sudah hampir semester akhir. Dan masih banyak lagi yang menunjukan bahwa SDM anggota himateta masih perlu ditingkatkan. Hal-hal itulah yang tidak pernah tersentuh oleh program himateta.
Kepengurusan HIMATETA hanya mentargetkan program kerja dapat dilaksanakan 100% diakhir kepengurusan tanpa memikirkan mutu dan manfaat yang secara langsung dirasakan oleh anggota. Padahal program kerja 100% seharusnya bukanlah target tapi sebuah kewajiban yang memang harus dilaksanakan. Target seharusnya adalah dilihat dari setiap prorgam kerja. Sebagai contoh program kerja dari bidang kewirausahaan. Seharusnya target mereka bukan berhasil melaksanakan bazar, berhasil jualan barang-barang atau makanan,dll, tetapi target sesungguhnya adalah membuat anggota himateta (bukannya pengurus saja) memiliki ide kreatif, mandiri, dan yang paling sukses adalah mampu tidak membebani orang tua dalam hal biaya hidup dan biaya kuliah.
Jadi target program kerja adalah bukan keterlaksanaannya program itu tetapi apa imbas manfaat yang bisa secara langsung didapatkan oleh seluruh anggota HIMATETA secara karakter dan perilaku.

* Pandangan pribadi dari sang mantan ketua umum himateta.
* Kahar Kurniawan, S.TP ( mantan ketua umum HIMATETA 2006-2007)

PERLU ADA SEKSI BARU DIKEPANITIAAN..*

Setelah program kerja yang bermutu, kepanitiaan juga sangat berperan penting dalam peningkatan mutu SDM (sumber daya manusia.red). Kepanitiaan merupakan pelaksana teknis dalam menjalankan program kerja. Jika kepanitiaan tidak dijalankan secara profesional, program kerja yang bermutupun tak akan ada artinya. Pertanyaannya adalah Apakah kepanitiaan yang ada di HIMATETA sudah bertindak profesional???? Jika sudah mengapa kegiatan-kegiatan himateta mendapatkan respon yang sangat sedikit dari anggotanya sendiri. Banyak kegiatan yang dihadiri oleh segelintir orang padahal dilihat tujuan acaranya cukup bagus.Saya rasa anggota himateta pun tidak bisa disalahkan jika malas untuk mengikuti kegiatan-kegiatan. Disinilah kepanitiaan seharusnya bertanggungjawab .
Selama ini kepanitiaan hanya menfokuskan diri pada bagaimana acara itu dapat dilaksanakan. Jika direfleksikan ke industri, kepanitiaan hanya memfokuskan pada proses produksi saja, bagaimana membuat produk yang bagus, bagaimana cara mendapatkan dana untuk membuat produk tersebut. Setelah dana tak menjadi masalah dan produk yang bagus berhasil diproduksi ketika dijual ke pasar. Ternyata hanya segelintir orang yang mau membelinya. Yang lebih parah justru banyak konsumen yang tidak tahu jika ada produk tersebut. Apakah ini bisa dibilang sukses???
Menurut pendapat saya, seharusnya kepanitiaan memfokuskan diri dalam 2 hal, yaitu kegiatan produksi dan marketingnya. Untuk Produksi saya yakin sudah sangat profesional tetapi Marketing inilah yang belum digarap oleh kepanitiaan. Marketing ini bertugas dalam hal menentukan siapa sasaran dari acara, berapa target peserta untuk acara, memastikan bahwa sasaran acara tahu akan adanya acara, membuat strategi bagaimana agar sasaran acara tertarik datang ke acara.
Sebenarnya bagian yang memiliki tanggung jawab ini sudah ada didalam kepanitiaan yang ada selama ini, yakni seksi PubDekDok. ( Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi). Namun selama ini Publikasi kurang diperhatikan, seksi ini hanya fokus pada Dekorasi dan Dokumentasi saja. Promosi atau publikasipun hanya sekedar secarik pengumuman yang tidak menarik, bagaimana bisa mengundang orang untuk bersedia datang ke acara tersebut?
Usul saya kepada pengurus himateta yang sedang bertugas saat ini, Hapus saja bagian Publikasi dari seksi PubDekDok dan buat seksi baru MARKETING AND PROMOTION. Yang memiliki tanggungjawab dalam hal menentukan siapa sasaran dari acara, berapa target peserta untuk acara, memastikan bahwa sasaran acara tahu akan adanya acara, membuat strategi bagaimana agar sasaran acara tertarik datang ke acara.

* Pandangan pribadi dari sang mantan ketua umum himateta.
* Kahar Kurniawan, S.TP ( mantan ketua umum HIMATETA 2006-2007)

FENOMENA PASANG NAMA*

”Wah bingung neh, banyak banget yang daftar mo jadi pengurus tahun ini,” kata Hima yang baru saja terpilih jadi Ketua HIMATETA yang baru.
”Ya kita seleksi aja mereka satu-satu, kita pilih yang punya komitmen dan minimal dah punya pengalaman organisasi lah,” kata Dek-PO sang Mantan Ketua Umum HIMATETA yang digantikan oleh Hima.
Seleksi pun diadakan dari seleksi administrasi dengan mengisi formulir sampai seleksi wawancara yang bertujuan mengenal karakter masing-masing. Tim seleksi pun dengan berdasarkan pengalaman mereka di HIMATETA dengan penuh pertimbangan, akhirnya memutuskan memilih 30 orang dari 50 orang yang mendaftar sebagai pengurus himateta. Pengurusan himateta yang baru telah terbentuk, pengurus pun membuat susunan pengurus yang dipajang besar-besaran di Sekretariat HIMATETA.
”Kepada Seluruh Pengurus HIMATETA, kami mengharapkan kehadirannya pada rapat koordinasi yang akan diselenggarakan pada hari sabtu pukul 13.00 tempat Ruang G kampus TP, Harap datang tepat waktu” Itulah Undangan yang disebarkan oleh Ketua Umum kepada seluruh stafnya.
Sabtu pukul 12.45 di Ruang G, Duduk Hima sang ketua umum dan Teta sang sekum menghadap kursi-kursi kosong.
”Ta, Undangan sudah disebar semua belum seh” kata hima dengan suara pelan.
” Sudah kok, langsung ke orangnya masing-masing,”kata teta meyakinkan.
”Ta..pi… ” kata teta sedikit mengeluh
” Tapi knapa ta?” kata hima penasaran
” Tadi ku nemuin ada undangan yang berserakan dilantai, ada yang tertinggal dikelas, bahkan ada yang di tempat sampah, ga tau dech mereka pada baca ga. Padahal aku dah susah-susah bikinnya tapi ga dihargai’” Kata teta sedikit emosi
”Jangan gitu ta, kita harus bekerja dengan iklas, ini memang tanggung jawab kita, kita pikir positif aja mungkin temen-temen dalam perjalanan kesini sekarang, btw… makasih yach dah bikin undangannya, kamu mang sekum terbaikku”kata hima menenangkan
Pukul 13.00, baru datang 7 orang. Rapat pun diundur untuk menunggu pengurus yang lain. Pukul 13.15 datang 3 orang lagi, rapat kembali diundur. Pukul 14.00 jumlah pengurus yang datang sudah 20 orang.
”Alhamdulilah sudah 20 orang yang datang rapat kita mulai saja, semoga temen-temen yang lain akan menyusul” Kata hima kepada stafnya.
Rapat koordinasi pun dimulai dan sampai akhir rapat jumlah pengurus yang hadir tetap 20 orang, Salah satu hasil dari rapat koordinasi adalah akan diadakan rapat rutin seluruh pengurus setiap satu bulan minimal satu kali. Tapi ngomong-ngomong kemana 10 orang pengurus yang lain yaa???????
Setelah satu bulan kemudian. Rapat bulan pertama, diadakan dihari minggu dengan harapan semua pengurus datang, tidak ada alasan lagi ada jam kuliah. Tapi ternyata yang hadir hanya 15 orang dari 30 orang pengurus, waktupun masih tetep molor seperti biasa. Kemana 15 orang pengurus yang lain?
Setelah satu bulan kemudian lagi. Rapat bulan kedua, diadakan sabtu siang setelah jam kuliah dan untuk rapat kali ini ada bonus konsumsi lutisan buah dengan harapan temen-temen pengurus mau datang. Tapi ternyata harapan-tinggal harapan yang datang hanya 10 orang dari 30 orang pengurus. Lalu kemana 20 pengurus yang lain????
Rapat bulan ketiga. Sang ketua himateta punya ide mengadakan rapat pada hari minggu sambil olahraga pagi yang nantinya dilanjutkan makan bubur ayam bersama. Tetapi sungguh ironis ternyata ide yang bagus itu tetep tidak bisa membuat rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus himateta. Kali ini yang hadir malah hanya 5 orang. Kemana 25 orang pengurus himateta yang lain???
Hima sang ketua umumpun mulai menyerah, mulai bertanya-tanya dalam hatinya, mulai yang menyalahkan dirinya. Apakah aku bukan pemimpin yang baik?, Apakah aku pantas jadi ketua umum?,Mengapa ga ada yang peduli sama aku? Tau kah mereka apa yang kurasakan? Apakah lebih baik aku menyerah, aku mengundurkan diri saja?tapi ku tahu ini bukan langkah yang benar.
Sampai pertanyaan yang menghujat para pengurus. Knapa seh mereka ga menjalankan tanggungjawabnya? Padahal mereka sudah terpilih dari 50 orang yang mendaftar. Itu berarti khan mereka punya kemampuan lebih. Dimana komitmen mereka? KENAPA MEREKA HANYA PASANG NAMA DI PAPAN SUSUNAN PENGURUS???
Ternyata fenomena ini pun terjadi di kepanitiaan, didalam proposal kegiatan tertulis ada 30 orang panitia, ternyata yang menjalankan tanggungjawabnya penuh dengan dedikasi hanya 5 orang saja. Pertanyaannya sekarang, Mengapa hal itu bisa terjadi?. (Walaupun penulis 4 tahun berkecimpung di HIMATETA, penulis pun tak tahu jawabannya. Tentu karena penulis selalu hadir disetiap rapat. Padahal menurut penulis rapat itu sungguh mengasikkan, nikmatlah pokoke…)
Untuk temen-temen yang ada namanya di papan susunan pengurus himateta tapi tak terlihat dalam kegiatan himateta dan untuk temen-temen yang tercatat di proposal kegiatan tapi tak berbuat apa-apa. Sebenernya apa yang terjadi?
Mungkin jawabannya ada pada mereka. Marilah kita sama-sama memperbaiki sistem yang ada. Pengurus himateta aktif sekarang harus mensurvey tuk menemukan jawabannya.

* Pandangan pribadi dari sang mantan ketua umum himateta.
* Kahar Kurniawan, S.TP ( mantan ketua umum HIMATETA 2006-2007)

ANEH…., Jika ada pengurus tak suka rapat*

”Aku ga dateng rapatnya, setuju-setuju saja lah hasilnya, yang penting aku teknisnya” kata seorang staf bidang kepada ketua bidangnya.
Kalo sekarang saya mendengar kalimat itu, sungguh aneh rasanya. Mungkin staff bidang itu tak tahu apa fungsi pengurus. Rapat bagi pengurus seharusnya adalah makanan utamanya. Bisa diibaratkan Rapat = Nasi. Ada pepatah jawa, klo ga makan nasi seperti belum makan, padahal dia sudah makan roti isi daging sebelumnya.
Justru tugas pengurus adalah untuk berfikir, mengungkapkan ide-idenya, memutuskan berbagai alternatif yang terbaik, memecahkan masalah yang muncul, mengawasi kinerja himateta agar sejalan dengan AD ART dan GBHO, serta mengawasi jalannya kepanitiaan yang menjadi tanggungjawabnya. Lalu dimana semua tugas pengurus dilaksanakan???? Ya rapat lah,masa rapat donk, duren aja dibelah bukan dibedong.
Sementara untuk teknis pelaksanaan tanggungjawab diserahkan kepada kepanitiaan. Kalo maunya hanya teknis ya ga usah jadi pengurus, jadi panitia saja.

* Pandangan pribadi dari sang mantan ketua umum himateta.
* Kahar Kurniawan, S.TP ( mantan ketua umum HIMATETA 2006-2007)

h1

mading kedua kita

November 23, 2008

tepatnya tanggal 7 november 2008 yang lalu, tim maluniteta divisi blog dan juga mading beserta ketuanya nerbitin satu mading baru dalam edisi kedua. mading dengan background jeruk orange seger jadi perhatian banyak mahasiswa THP dan ITP.

kita memuat banyak tulisan dari beberapa alumni, yang bermanfaat, membangun, dll =)

buat ftonya bellm bisa kita masukin nih….

next time mungkin ya…=)

h1

KP kita…

November 23, 2008

Anak THP 2006 belakangan ini punya kesibukan lain selain kuliah dan praktikum. Kebanyakan diantaranya bingung cari tempat KP. Mengingat jadwal KP tinggal hitungan minggu, banyak yang nyoba nyoba sana sini tapi kebanyakan hasilnya tu di kicked out.
Kenapa bisa gt? Menurut anak 2006 sendiri, banyak diantara mereka yang belum dapet tempat KP tuh karena pembekalan KP dari kampus sendiri yang lelet banget, belum pengkoreksian proposal sama dosen masing2 lamanya lumayan juga (biarpun g semua dosen gitu), tapi ya salahin kita kita sendiri yang nyantai2,,akibatnya tuu banyak yang sebelumnya udah dapet kesempatan buat ngisi jatah KP yang kosong di suatu perusahaan tapi kemudian gak jadi karena jatahnya udah diisi mahasiswa dari universitas lain, pokoknya kita kalah cepet!
Nah maka dari itu,,buat yang lain yang mau KP,,hal ini bisa dijadiin pembelajaran..jangan lelet! Jangan nyalahin pihak lain dlu,,mungkin aja kesalahannya ada pada kita yang nyantai2…=)
buat yang masih cari tempat KP…tetep semangat yah! Moga Allah ngasih kemudahan…
amin,,,

h1

ada apa antara himateta dan HMPPI???

November 23, 2008

Pada tahun 2003 HIMATETA ikut serta dalam HMPPI yang merupakan perwujudan partisipasi HIMATETA dalam kegiatan tingkat nasional. Namun Komisariat HMPPI Unsoed itu sendiri baru terbentuk pada bulan Mei 2007. walaupun Komisariat HMPPI telah terbentuk di Unsoed ternyata terdapat problem antara pusat dan Komisariat HMPPI di Unsoed yaitu miscommunication. Akibatnya kedudukan Komisariat HMPPI di Unsoed tidak jelas dalam hal struktur. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja HMPPI yang ternyata hasilnya kurang optimal. Selain itu terjadi pula double job dalam kepengurusan Himateta dan tim pelaksana komisariat HMPPI itu sendiri.
Menanggapi masalah ini Tim Advokasi Himateta telah mengumpulkan pendapat teman-teman ITP apakah perlu mengadakan Musyawarah Luar Biasa atau tidak. Dari hasil kuisioner yang diisi teman-teman ITP dan THP diperoleh kesimpulan bahwa meskipun tidak semua mahasiswa ITP dan THP tahu mengenai masalah tersebut tapi hampir 80% menginginkan diadakannya Musyawarah Luar Biasa (Muslub). Dengan diadakannya Muslub hari Minggu tanggal 16 November 2008 diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dan muncul perbaikan menjadi lebih baik.

h1

info workshop

November 20, 2008

FOOD COMBINING
“Food For Life Style”
Waktu dan Tempat:
* Senin, 24 November 2008
12.30-selesai
* Auditorium Fakultas Pertanian
Tiket: lima ribu doank!!!
Berminat Hub. Aq ja Oce^
Organized By:
GAMAIS & HIMATETA

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.